IKLAN

Senin, 09 Desember 2013

Adakah Makna Syar’i (Haqiqah Syar’iyyah) dalam Al Qur’an dan As Sunah?



Oleh: Adi ST

 

Dalam tulisan sebelum ini yang berjudul Makna-makna dalam Bahasa Al Qur’an telah dijelaskan adanya beberapa perspektif makna, salah satunya adalah makna syar’i (makna yang dikehendaki Allah SWT dan Rasul-Nya). Ternyata tidak semua ulama memiliki pendapat ada makna syar’i di dalam Al Qur’an. Salah satunya adalah Qadhi Abu Bakar Al Baqilani.
Beliau berargumen dengan 2 hal; Pertama, jika memang makna syar’i ada tentunya umat perlu diberitahu secara tauqifi adanya perpindahan makna pada lafazh tersebut. Hal ini mengharuskan adanya dalil mutawatir, padahal tidak ada satu pun dalil mutawatir yang menjelaskan hal perpindahan makna tersebut. Kedua, jika lafazh tersebut memiliki makna yang berbeda dengan madlul (pengertian) menurut konteks bahasa Arab (makna lughawiyah), maka hal ini berimplikasi bahwa Al Qur’an tidak diturunkan dalam bahasa Arab sehingga menyalahi QS Thaha: 113 yang artinya, “Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab”.

Minggu, 24 November 2013

Makna-makna dalam Bahasa Al Qur'an




Oleh: Adi ST

Al Qur’an telah diturunkan dalam bahasa Arab yang makna perkataannya dapat dipahami oleh bangsa Arab pada masanya. Hanya saja, ada sebagian kaum muslim pada masa sekarang memandang bahwa semua perkataan di dalam Al Qur’an mesti dipahami terlebih dulu secara makna bahasa (haqiqah lughawiyyah). Padahal, Al Qur’an bukan sekedar kitab cerita atau dongeng, namun lebih dari itu ia merupakan kitab yang menjelaskan beragam hukum atas berbagai aktivitas manusia (syariat). Bahkan inilah fungsi terpenting dari Al Qur’an sebagai petunjuk (Al-Huda).

Senin, 27 Mei 2013

Kursus Metode Abyan di Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan

Alhamdulillah...kini kursus Metode Abyan Cara Cepat Belajar Bahasa Arab dengan fokus membangun kemampuan membaca kitab gundul (kuning) telah dibuka di kampus Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan. Adapun pengajarnya adalah para murid KH Umar Ash-Shiddiiq (penemu Metode Abyan).

Keterangan mengenai durasi waktu dan biaya silakan menghubungi Divisi Vokasional:
Pak Rahmat  0818 7533 25


Update:

Insya Allah kursus Metode Abyan di kampus ITI tahun 2015 akan mulai diselenggarakan pada:
Bulan Februari 2015 hari Sabtu-Ahad pada minggu ke-2 dan ke-3 (total sebanyak 4 x pertemuan), yakni tanggal 14,15, 21, dan 22 Februari, mulai jam 08.30 - 16.30 WIB.

Insya Allah akan ditawarkan setiap bulan dengan pola seperti itu.

Catatan: Kelas akan berjalan jika terdapat minimal 10 orang peserta.



Rabu, 03 April 2013

TIPS Cepat dalam Menghafal Rumus Metode Abyan dengan Nyanyian



Oleh: Hari Barkah*



Pada tulisan sebelumnya, telah dipaparkan satu di antara lima alasan bagi anda untuk mempelajari Metode Abyan guna mencapai kemampuan membaca kitab gundul, yakni metode ini berusaha untuk senantiasa memberikan kemudahan bagi anda pada setiap pembelajarannya.

Mari kita lihat salah satu rumus Metode Abyan poin ke-3 yang membuat kata benda tunggal dibaca i/in jika didahului mereka di bawah ini.

5 Alasan Memilih Metode Abyan


Oleh: Hari Barkah*


Inilah beberapa alasan mengapa anda sangat direkomendasikan untuk memilih/menggunakan Metode Abyan.

1.       Metode Abyan merupakan cara yang akan memudahkan anda untuk mahir membaca tulisan berbahasa Arab tanpa syakal atau biasa dikenal dengan kitab gundul. Kalimat ini menegaskan bahwa Metode Abyan memiliki fokus capaian pembelajaran yang jelas, yakni mampu membaca kitab gundul.

2.       Rumus-rumus Metode Abyan berikut pokok bahasannya tidak menggunakan istilah Arab. Seperti mubtada, khabar, mudhof, mudhof ilaih, dan sebagainya. Dengan ini anda akan terbantu untuk lebih mudah memahami aplikasi rumus secara langsung pada sebuah kalimat. Istilah-istilah ini selanjutnya bisa diperkenalkan ketika pembelajaran dari Metode Abyan telah tuntas tersampaikan.