Alhamdulillah...kini kursus Metode Abyan Cara Cepat Belajar Bahasa Arab dengan fokus membangun kemampuan membaca kitab gundul (kuning) telah dibuka di kampus Institut Teknologi Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan. Adapun pengajarnya adalah para murid KH Umar Ash-Shiddiiq (penemu Metode Abyan).
Keterangan mengenai durasi waktu dan biaya silakan menghubungi Divisi Vokasional:
Pak Rahmat 0818 7533 25
Update:
Insya Allah kursus Metode Abyan di kampus ITI tahun 2015 akan mulai diselenggarakan pada:
Bulan Februari 2015 hari Sabtu-Ahad pada minggu ke-2 dan ke-3 (total sebanyak 4 x pertemuan), yakni tanggal 14,15, 21, dan 22 Februari, mulai jam 08.30 - 16.30 WIB.
Insya Allah akan ditawarkan setiap bulan dengan pola seperti itu.
Catatan: Kelas akan berjalan jika terdapat minimal 10 orang peserta.
METODE ABYAN adalah cara cepat dan mudah belajar membaca kitab kuning (gundul). Kelebihan metode ini adalah tidak menggunakan istilah-istilah nahwu sharaf sehingga memudahkan Anda belajar bahasa Arab.
Senin, 27 Mei 2013
Rabu, 03 April 2013
TIPS Cepat dalam Menghafal Rumus Metode Abyan dengan Nyanyian
Oleh: Hari Barkah*
Pada tulisan sebelumnya, telah dipaparkan satu di antara lima alasan
bagi anda untuk mempelajari Metode Abyan guna mencapai kemampuan membaca kitab gundul, yakni metode ini
berusaha untuk senantiasa memberikan kemudahan bagi anda pada setiap
pembelajarannya.
Mari kita lihat salah satu
rumus Metode Abyan poin ke-3 yang membuat kata benda tunggal dibaca i/in jika didahului mereka di bawah ini.
5 Alasan Memilih Metode Abyan
Oleh: Hari Barkah*
Inilah beberapa
alasan mengapa anda sangat direkomendasikan untuk memilih/menggunakan Metode Abyan.
1. Metode Abyan merupakan cara yang akan memudahkan anda untuk mahir
membaca tulisan berbahasa Arab tanpa syakal atau biasa dikenal dengan kitab
gundul. Kalimat ini menegaskan bahwa Metode Abyan memiliki fokus capaian pembelajaran yang jelas, yakni mampu membaca
kitab gundul.
2. Rumus-rumus Metode Abyan berikut pokok bahasannya tidak menggunakan istilah Arab. Seperti mubtada, khabar, mudhof, mudhof ilaih,
dan sebagainya. Dengan ini anda akan terbantu untuk lebih mudah memahami
aplikasi rumus secara langsung pada sebuah kalimat. Istilah-istilah ini
selanjutnya bisa diperkenalkan ketika pembelajaran dari Metode Abyan telah tuntas
tersampaikan.
Rabu, 27 Maret 2013
Antara Pedang dan Bahasa Arab
Pada masanya, pasukan kekhilafahan Turki Utsmani dikenal
sangat hebat. Kota Konstantipel sebagai pusat Romawi di Timur pun takluk di
bawah pimpinan Muhammad Al Fatih pada tahun 1453. Sekalipun demikian, ada
perbedaan yang cukup mendasar antara futuhat
(pembukaan) berbagai wilayah dunia pada masa awal Islam dengan sesudahnya.
Generasi
awal umat Islam dulu tidak hanya membawa kekuatan militer, namun juga menyampaikan
bahasa Arab dan berbagai tsaqofah Islam dalam bentuknya yang murni. Namun pada
masa Turki Utsmani, mereka mengabaikan penyebarluasan bahasa Arab dan tsaqofah
Islam lainnya. Keunggulan futuhat
pada masa awal Islam dulu tampak jelas pada kemampuan intelektual masyarakat
Islam yang berhasil dibangunnya.
Pengaruh Al Qur’an Terhadap Bahasa Arab
Oleh: Adi ST
Bahasa Arab telah dipilih Allah
SWT sebagai bahasanya Al Qur’an (QS Az-Zukhruf: 1-3). Padahal saat Al Qur’an
turun, dari segi jumlah pengguna jauh lebih banyak masyarakat dunia yang
menggunakan bahasa selain Arab. Pemilihan ini sedikit banyak memberikan
petunjuk mengenai keistimewaan bahasa Arab dibandingkan bahasa lainnya.
Bahasa Arab memiliki banyak
dialek, namun seiring dengan datangnya Islam dialek seperti Tamim, Qays dan
Himyar perlahan menghilang dan hanya menyisakan dialek Qurays. Sebelum Islam datang,
dialek Qurays memang telah dikenal masyarakat Arab karena mereka terbiasa datang
ke Mekah untuk berziarah atau berdagang di pasar Ukaz. Dengan demikian, bisa
dikatakan bahwa kedatangan Islam telah menstandarisasi bahasa Arab.
Langganan:
Postingan (Atom)
