Rabu, 31 Desember 2014

Tragedi AirAsia QZ 8501 Desember 2014 dan Mukjizat Al-Qur’an Surat An-Nur: 43



Oleh: Adi ST.

Pesawat AirAsia QZ 8501 yang terbang dari Surabaya menuju Singapura tiba-tiba putus kontak pada hari Minggu pagi 28 Desember 2014. Komunikasi terakhir antara pilot dengan ATC Cengkareng Jakarta adalah pilot minta geser ke kiri dan naik ke ketinggian 38.000 kaki. Dugaan penyebab hal itu adalah pilot mencoba menghindari awan cumulonimbus (CB) yang berbahaya bagi pesawat. Seperti yang dinyatakan oleh Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan dan Maritim BMKG Syamsul Huda bahwa rute penerbangan pesawat tersebut berawan, ada banyak awan termasuk awan cumulonimbus juga.

Awan cumulonimbus adalah awan tebal yang terbentuk akibat atmosfer yang tidak stabil. Tinggi awan ini bisa mencapai beberapa kilometer. Awan jenis ini mudah dilihat oleh seorang pilot pesawat sehingga mereka biasanya menghindari awan berbahaya ini, karena di dalam awan ini bisa tercipta petir dan hujan es yang bisa mengguncang pesawat dengan hebat dan butiran esnya bisa membuat mesin pesawat mati.