Kamis, 07 Maret 2013

Tentang Penemu Metode Abyan - Cara Cepat Membaca Kitab Kuning (Gundul)

Metode Abyan ditemukan oleh KH Umar Ash-Shiddiiq pada tahun 2006. Saat itu beliau telah menyusun kumpulan rumus tentang kaidah bahasa Arab setelah melalui perenungan dan analisis selama lebih kurang setahun. Hasil karyanya itu kemudian dikenal dengan Metode Abyan, sebuah cara cepat membaca kitab kuning (gundul). Sebenarnya, Metode Abyan telah lebih dulu dikenal sebagai cara cepat untuk membaca Al Qur'an dalam waktu 2 jam saja. Bahkan dengan metode ini, sejak tahun 2002 alhamdulillah lebih dari 1000 orang telah berhasil dan mampu membaca Al Qur'an.

Latar belakang beliau yang pernah nyantri selama 10 tahun di Pondok Pesantren Sukahideng, Tasikmalaya tampaknya turut memberi inspirasi atas lahirnya Metode Abyan. Demikian pula kesehariannya bergelut dengan bahasa Arab dan keinginannya agar bahasa Arab mudah dikuasai oleh kaum muslimin semakin memperkuat tekadnya menyebarluaskan metode ini, antara lain melalui pembangunan Pondok Pesantren Daruts Tsaqofah di Bogor yang masih berlangsung hingga kini dan pada tanggal 16 Februari 2013 meluncurkan website resminya Cara Cepat Membaca Kitab Kuning (Gundul)


Kelebihan Metode Abyan

Saat ini KH Umar Ash-Shiddiiq telah menelurkan sebuah buku yang berjudul Metode Abyan. Buku ini berisi penjelasan mendetail namun sederhana atas 36 rumus pasti temuan beliau untuk cepat bisa membaca kitab kuning. Dalam menyusun buku ini beliau dibantu oleh muridnya ustad Hari Barkah yang juga seorang dosen di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor.

Kelebihan Metode Abyan yang paling menonjol adalah ia tidak menggunakan istilah-istilah nahwu sharaf. Sekalipun istilah-istilah tersebut sangat penting, namun seringkali dirasakan menjadi kendala seseorang dalam mempelajari bahasa Arab. Dengan demikian, target untuk bisa membaca kitab kuning akan jauh lebih mudah dicapai dengan mempelajari Metode Abyan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar