Sabtu, 23 Maret 2013

Sekilas tentang Metode Abyan

Oleh: Hari Barkah*

Meramu pembelajaran yang efektif dan efisien tentu bukanlah suatu hal yang sepele lagi mudah. Dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dari seorang guru dengan mengerahkan segenap perhatian dan pemikiran yang mendalam agar dapat menghantarkan para siswanya mencapai hasil belajar yang optimal dengan proses yang mudah. Konsep ini sebenarnya telah lama mengemuka dari lisan Nabi kita Muhammad SAW, "(Ciptakanlah) kemudahan, dan janganlah mempersulit". (HR Bukhari).

Dalam konteks pembelajaran, hadits ini menunjukkan i'tibar bahwa salah satu tugas guru adalah membantu muridnya memahami apa yang sedang diajarkannya. Dengan kata lain bagaimana usahanya dalam menyamakan "frekuensi"  dengan para siswanya. Dalam hadits lain Rasul bersabda: "Serulah manusia sesuai dengan kadar pemahaman mereka". 


Meramu pembelajaran menjadi hal yang terasa mudah lagi menyenangkan akan menjadi sebuah tantangan, terlebih bila materi yang diajarkan guru tersebut memiliki kesan yang sering dianggap sulit dan butuh waktu yang lama untuk menguasainya. Sebagai contoh, bahasa Arab. Azzumardi Azra pernah menyatakan, bahwa selama lebih dari 50 tahun, perguruan tinggi agama Islam menghadapi masalah yang menimpa para mahasiswanya, yaitu kemampuan mereka minim dalam membaca literatur berbahasa Arab yang umumnya bertuliskan tanpa syakal. Literatur ini dikenal dengan istilah kitab gundul. Padahal sejatinya untuk tingkat perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan sudah tidak dihadapkan lagi pada masalah ketidakmampuan membaca kitab gundul.          

Secara pribadi saya pun mengalami hal yang sama, atau barangkali anda pun juga. Secara formal bahasa Arab saya pelajari kurang lebih selama 3 tahun sejak duduk di perguruan tinggi dan lembaga kursus bahasa. Namun, masih ada kabut  hitam yang terasa menyelimuti pikiran, hingga saya tidak mampu mengaplikasikan kaidah-kaidah bahasa Arab itu ketika membaca kitab gundul.
Satu di antara hal yang diduga menjadi faktor sulitnya menguasai bahasa Arab adalah dari aspek metode pembelajarannya. Bila kita amati sudah banyak metode yang terlahir dari para ulama. Setidaknya semua memiliki kesamaan tujuan, yaitu membantu para muridnya untuk mampu menguasai bahasa Arab. Masing-masing metode memiliki keunikan tersendiri. Namun untuk membandingkan efektivitas antar metode perlu dikaji melalui penelitian yang mendalam.

Satu hal yang pasti, sebuah metode selayaknya memiliki pernyataan yang jelas. Dengan kata lain sebuah metode harus memiliki fokus dalam pencapaian sebuah kompetensi. Sebab sebuah metode merupakan cara jitu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada metode yang memfokuskan kompetensi berbicara, ada yang memfokuskan pada penguasaan kompetensi menulis, ada pula metode yang memfokuskan pada kompetensi membaca kitab gundul. 

Satu langkah yang dapat membawa kita merasakan kemudahan mempelajari bahasa Arab adalah dengan memilih metode yang tepat dan memiliki fokus pencapaian kemampuan yang jelas.  
     

Alhamdulillah, setelah lulus kuliah di penghujung tahun 2007, saya dipertemukan dengan seorang guru yang dahsyat. Beliau adalah KH Umar Ash-Shiddiq. Namanya saya kenal dari kerabat, Beliau dikenal dengan keunikan metode belajar yang ditemukannya. Cara penyampaian materinya pun berbeda. Kaidah-kaidah bahasa (ilmu nahwu) disampaikan tanpa menggunakan istilah Arab. Seperti isim, mubtada, fa'il, dan istilah lainnya.  Dengan cara seperti ini memudahkan saya mengaplikasikan rumus-rumus kaidah bahasa tanpa istilah, baik dalam kalimat sempurna atau bahkan dalam satu paragraf tulisan berbahasa Arab.   
      

Rumusan inilah yang kemudian dikenal dengan Metode Abyan. Metode yang terlahir dari hasil analisis KH Umar ash-Shiddiiq selama setahun tersebut, kemudian disajikan dengan hanya berupa modul 2 lembar kuarto yang berisikan 36 rumus. Dari modul ini saya merasakan kemudahan untuk mampu membaca literatur berbahasa Arab tanpa syakal.
    

Sebagai permulaan dalam memaparkan Metode Abyan, setidaknya ada 2 faktor yang membuat metode ini menjadi dahsyat, dan layak untuk dipelajari (insya Allah faktor-faktor lain akan dipaparkan pada tulisan berikutnya). Pertama, Metode Abyan memiliki fokus yang jelas, yaitu membantu untuk mencapai kemampuan dalam membaca kitab gundul. Membaca dan hanya membaca! Bukan yang lain. Kedua, digunakannya istilah yang mudah dipahami oleh seseorang yang belum pernah sama sekali mempelajari bahasa Arab, dengan syarat ia telah mampu membaca al-Qur'an dengan baik dan benar.
     

Terakhir yang ingin disampaikan pada tulisan ini adalah Metode Abyan terlahir dan terinspirasi dari hadits Nabi sebelumnya: "(Ciptakanlah) kemudahan dan janganlah mempersulit". Saya sudah merasakan kedahsyatan metodenya, dan kini giliran anda! 

*) Co-writer buku “Metode Abyan”

7 komentar:

  1. Mohon agar dimudahkan Alloh untuk mendapatkan buku metode Abyan dengan mendownload di blog ini secara gratis. Saya yakin balasan Alloh lebih besar meskipun diberikan secara gratis. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jazakumullahu atas kunjungannya akhi wahidbdg. Silakan download Bab 1 Ebook Metode Abyan secara Gratis di www.metodeabyan.com hanya dengan subscribe email. Adapun jika ingin belajar langsung Metode Abyan secara Gratis, silakan berkunjung ke Ponpes Daruts Tsaqofah meskipun hanya 1-2 hari sesuai dengan waktu yang akhi punya, karena sudah cukup banyak orang yang melakukan hal itu. Silakan janjian langsung dengan almukarom KH Umar Ash-Shiddiq, no HP bisa dilihat di www.metodeabyan.org

      Hapus
    2. metodeabyan.org dan metodeabyan.com belum bisa dibuka ya?

      Hapus
    3. Saya coba ikuti langkang langkah yang disebutkan...isi email dan kemudian verifikasi email...kemudian dijawab: email anda tidak ada dalam Data Base

      Hapus
    4. @ Arif: Memang waktu itu sempat bermasalah di server, namun akhirnya sudah bisa diakses kembali, alhamdulillah.

      @ wahidbdg: Coba subscribe saja lagi dengan email yang lain. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi ya. Syukron

      Hapus
  2. seandainya buku metode abyan di jual, dimana saya bisa dapatkan. Mohon informasinya, syukron katsir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu pernah dicetak dalam bentuk buku, namun karena sudah habis, sampai sekarang setahu saya al mukarom ustadz Umar Ash-Shiddiq belum mencetaknya lagi. Insya Allah jika sudah dicetak ulang akan diumumkan di web. Syukron katsiran atas kunjungannya.

      Hapus